Diberdayakan oleh Blogger.
  • Beranda
  • Tentang Saya
  • Kontak
  • Kuliah
  • Jalan Jalan

Pages

Agricultural Extension

Dalam proses  tata niaga produk pertanian dari produsen hingga konsumen akhir,  terjadi  peningkatan  nilai  tambah  baik  berupa  nilai  guna,  tempat maupun  waktu.  Hal  ini  disebabkan  oleh  pelaksanaan  fungsi  produksi sebelum  produk  pertanian  sampai  ke  konsumen (Andajani, 2012) dengan dokumen yang dapat diunduh disini.  Fungsi-fungsi  pemasaran yang  dilakukan  oleh  lembaga-lembaga  pertanian  sebagaimana  telah dijelaskan terdahulu antara lain mencakup fungsi pertukaran, fungsi fisik dan fungsi fasilitasi.
Untuk lebih mengetahui dan memahami tentang ketiga fungsi pemasaran di atas yang terdiri dari fungsi pertukaran, fungsi fisik, dan fungsi fasilitasi, ini saya ambil studi kasus untuk komoditas kacang tanah di tempat tinggal saya di Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, DIY.


Baca juga:
  • IdentifikasiLembaga Pemasaran
  • IdentifikasiKarakteristik Pasar
  • IdentifikasiSaluran dan Rantai Pemasaran



Dalam kegiatan pemasaran kacang tanah di Kecamatan Bambanglipuro, terdapat tiga fungsi pemasaran yang dilakukan yaitu fungsi pertukaran, fungsi fisik dan fungsi fasilitas.
a.      Fungsi pemasaran yang pertama ialah fungsi pertukaran, dimana dalam fungsi ini kegiatan yang dilakukan ialah fungsi penjualan dan fungsi pembelian.
Fungsi penjualannya dalam bentuk petani menjual kacang tanah ke konsumen, tengkulak, dan grain miller. Selanjutnya tengkulak menjual kacang tanah yang sudah di beli dari petani ke pedagang besar  eceran. Selanjutnya  pembelian, dimana fungsi pembelian yang dilakukan ialah tengkulak membeli kacang tanah dari petani dengan mendatangi rumah petani langsung, grain miller dan pedagang besar membeli dari pengumpul dan seterusnya. Kedua fungsi ini tujuannya sama yaitu pertukaran, dimana petani ataupun penjual mendapatkan uang dari pedagang ataupun pembeli dan pedagang mendapatkan kacang tanah dari petani ataupun penjual.
b.      Fungsi pemasaran yang ke dua adalah fungsi fisik, terdapat tiga kegiatan pada fungsi fisik yaitu pengangkutan atau bongkar muat, penyimpanan dan pengolahan.
Kegiatan pengangkutan ini dilakukan oleh semua lembaga baik itu tengkulak, grainmiller, industri pengolahan kacang tanah maupun pedagang besar. Tengkulak melakukan pengangkutan dari petani dan juga menjual kacang tanah ke pedagang besar  dan grainmiller. Sedangakn pada pedagang besar maupun grainmiller, pengangkutan yang dilakukan ialah menjual barang ke eceran maupun industri pengolahan kacang tanah.
Selanjutnya kegiatan penyimpanan, dimana hanya dilakukan oleh tengkulak, dimana tengkulak mengumpulkan kacang tanah terlebih dahulu sebelum dijualnya ke pedagang besar maupun grainmiller. Lama penyimpanan dilakukan hingga kacang tanah terkumpul cukup banyak dan dijual ke pedagang besar maupun grainmiller.
Kegiatan selanjutnya ialah pengolahan , dimana dalam hal ini hanya dilakukan oleh grain miller. Pengolahan yang dilakukan ialah mengupas kacang tanah menggunakan penggiling yang bertenaga dinamo motor listrik.Selain itu,kegiatan pengolahan dilakukan industri pengolahan kacang tanah berupa pembuatan/ produksi rempeyek kacang .
c.      Fungsi pemasaran yang ke tiga ialah fungsi fasilitas, dimana dalam fungsi ini terdapat sortasi, transportasi, penyusutan, pengemasan dan retribusi.
Pada hal sortasi hanya dilakukan oleh pedagang besar maupun grainmiller dalam hal ini tujuanya untuk membersihkan kacang tanah yang sudah dikupas dengan membuang kacang yang busuk dan sisa kulit kacang dari proses penggilingan.
Pada fungsi transportasi dilakukan oleh semua lembaga pemasaran, dimana dalam hal ini untuk melakukan proses jual beli baik atar pedagang maupun ke konsumen langsung atau untuk mendukung fungsi pertukaran.
Pada hal penyusutan, ini ditanggung oleh semua lembaga pemasaran dimana tengkulak mengalaminya sebagai akibat dari kacang tanah yang dikumpulkan selama kurang lebih 1 minggu sebelum dijual.

Sedangkan yang terahir ialah pengemasan dan biaya retribusi dimana dalam hal ini hanya dikeluarkan oleh pedagang pengecer, pedagang besar. Pengemasan dibutuhkan untuk penjualan kacang kupas secara eceran di pasar sedangkan retribusi harus dikeluarkan oleh setiap pedagang, baik itu pedagang eceran maupun pedagang besar yang berjualan di pasar. 

FILE IDENTIFIKASI FUNGSI PEMASARAN KOMODITAS KACANG TANAH, BISA DIUNDUH DISINI. 
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Menurut Yunanto dengan dokumen yang dapat diunduh di sini, struktur atau karakteristik Pasar memiliki pengertian penggolongan produsen kepada beberapa bentuk pasar berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknya perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar atau masuk ke dalam industri dan peranan iklan dalam kegiatan industri. Analisa ekonomi membedakan struktur pasar menjadi 4 jenis yaitu : Pasar Persaingan Sempurna, Pasar Monopoli, Persaingan Monopolistis, dan Pasar Oligopoli.
Dalam mata kuliah Pemasaran Hasil Pertanian, mahasiswa diberi tugas untuk mengidentifikasi karakteristik pasar dan memilih salah satu komoditas pertanian di daerah asal masing-masing. Berhubung saya adalah anak Bantul aseli, ya saya memilih untuk komoditas kacang tanah yang emang sebagian besar petani membudidayakannya pada MT II , terutama di Kecamatan Bambanglipuro.
Karakteristik pasar kacang tanah di Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul termasuk dalam pasar persaingan sempurna. Pasar persaingan sempurna yaitu pasar dimana dalam suatu industri terdapat sangat banyak penjual maupun pembeli dan produk yang diperdagangkan bersifat homogen sempurna.

BACA JUGA:
a. IDENTIFIKASI LEMBAGA PEMASARAN
b. IDENTIFIKASI SALURAN DAN RANTAI PEMASARAN
c. IDENTIFIKASI FUNGSI PEMASARAN

Beberapa ciri pasar persaingan sempurna berkaitan dengan komoditas kacang tanah di Kecamatan Bambanglipuro adalah sebagai berikut:
a.      Perusahaan / lembaga pemasaran hanya bertindak sebagai pengambil harga (price taker)
Price taker atau Pengambil harga artinya suatu perusahaan yang ada di dalam pasar tidak dapat menentukan atau mengubah harga pasar. Apa pun tindakan perusahaan di dalam pasar tidak akan menimbulkan perubahan ke atas harga pasar yang berlaku. Harga pasar dalam pasar kacang tanah, petani yang merupakan produsen hingga sampai ke tangan konsumen, setiap lembaga pemasaran menentukan harga dengan melihat harga yang sekarang berlaku atau sebagai price taker. Fluktuasi harga pasar kacang tanah ditentukan oleh interaksi antara keseluruhan pembeli dan keseluruhan penjual dan berhubungan dengan tingkat permintaan dan penawaran.
b.      Perusahaan / lembaga pemasaran mudah keluar masuk industri
Sekiranya perusahaan rugi,dan ingin meninggalkan industri tersebut,maka langkah ini dengan mudah dilakukan. Sebaliknya apabila ada perusahaan yang ingin melakukan kegiatan di industri itu, produsen dengan mudah melakukan kegiatan yang diinginkannya.
Dikaitkan dengan lembaga pemasaran di kacang tanah, jika ada salah satu lembaga pemasaran yang meninggalkan kegiatannya maupun masuk ke pasar kacang tanah mudah dilakukan, karena komoditas ini dijual oleh penjual yang sangat banyak dan dibeli oleh pembeli yang sangat banyak pula, sehingga jika salah satu penjual sudah tidak menjual kacang tanah, maka pembeli dengan mudah membeli kacang tanah ke penjual yang lain karena bentuk barang/ produk sama, yaitu kacang tanah basah, kacang tanah kering, maupun kacang tanah bijian.
Untuk di Bambanglipuro sendiri tidak jauh beda, yaitu pada saat tengkulak yang biasa membeli kacang tanah petani tidak juga datang membeli kacang tanah hasil panen, maka petani bisa mencari tengkulak lainnya atau pun bisa mendatangi grain miller karena harga sama.
c.      Produk yang dihasilkan bersifat homogen
Maksudnya adalah tidak terdapat perbedaan yang nyata diantara barang-barang yang dihasilkan suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Produk merupakan kacang tanah dan yang beredar di pasaran adalah kacang tanah berupa kacang tanah basar, kacang tanah kering, maupun kacang dalam bentuk biji. Lembaga pemasaran tidak memikirkan dari penjual mana barang produk dibeli, yang paling utama adalah komsumen telah memproleh produk, karena produk yang dijual juga sama.
d.      Terdapat banyak perusahaan di pasar
Produsen penghasil kacang tanah sangat banyak dan tengkulak pengumpul kacang tanah juga banyak. Komsumen dalam memperoleh kacang tanah semakin mudah, tidak memikirkan produsen mana yang menghasilkan, karena produk sama. Harga ditetapkan berdasarkan interaksi kekuatan penawaran (supply) dan permintaan (demand) pasar.
e.      Pelaku memiliki pengetahuan yiang sempurna mengenai pasar

Para pelaku ekonomi (konsumen dan produsen) memiliki pengetahuan sempurna tentang harga produk dan input yang dijual. Dengan demikian, konsumen tidak akan mengalami perlakuan harga jual yang berbeda untuk mendapatkan kacang tanah dari satu petani ke petani lainnya. Dari siapa pun kacang tanah dibeli, harga yang berlaku tetap sama. 

FILE IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK PASAR KOMODITAS KACANG TANAH, BISA DIUNDUHDISINI
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Menurut Andajani (2012) dengan dokumen yang bisa diunduh disini, lembaga pemasaran adalah badan usaha atau individu yang menyelenggarakan aktivitas pemasaran, menyalurkan jasa dan    produk pertanian kepada konsumen akhir serta memiliki jejaring dan koneksitas dengan badan usaha dan atau individu lainnya. Lembaga pemasaran muncul sebagai akibat kebutuhan konsumen untuk memperoleh produk yang diinginkan sesuai waktu, tempat dan bentuknya. 
Berdasarkan  penguasaannya  terhadap  komoditi  yang  diperjualbelikan lembaga pemasaran dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu: lembaga  pemasaran  yang  bukan  pemilik  namun  mempunyai  kuasa atas produk (agent middleman), lembaga pemasaran  yang memiliki dan menguasai produk pertanian yang diperjualbelikan, dan Lembaga pemasaran yang tidak memiliki dan tidak menguasai produk pertanian yang ditransaksikan, yaitu processors dan manufaktur.
Dalam mata kuliah Pemasaran Hasil Pertanian, mahasiswa diberi tugas untuk mengidentifikasi lembaga pemasaran dan memilih salah satu komoditas pertanian di daerah asal masing-masing. Berhubung saya adalah anak Bantul aseli, ya saya memilih untuk komoditas kacang tanah yang emang sebagian besar petani membudidayakannya pada MT II , terutama di Kecamatan Bambanglipuro.

BACA JUGA:
a. IDENTIFIKASI FUNGSI PEMASARAN
b. IDENTIFIKASI SALURAN DAN RANTAI PEMASARAN
c. IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK PASAR

   Lembaga-lembaga pemasaran, saluran dan rantai pemasaran, fungsi pemasaran, serta karakteristik pasar untuk komoditas kacang tanah di Kec. Bambanglipuro, Bantul dijelaskan dalam uraian di bawah ini:
1.   Lembaga Pemasaran
Lembaga-lembaga pemasaran untuk komoditas kacang tanah di Kec. Bambanglipuro, Bantul adalah sebagai berikut:
a.   Petani (produsen)
Petani merupakan pihak yang memproduksi kacang tanah atau membudidayakan kacang tanah. Sebagian besar petani menjual hasil panen kacang tanah yang telah dipanen dengan dikeringkan terlebih dahulu sebelum dijual ke tengkulak, tetapi jika curah hujan tinggi, petani langsung menjual dalam bentuk basah. Beberapa cara menjual kacang tanah antara lain:
a.   tengkulak di sekitar Kecamatan Bambanglipuro berkunjung ke rumah petani untuk menawar kacang tanah
b.   petani menjual kacang tanah ke petani lain untuk musim tanam berikutnya sebagai benih
c.   petani menjual ke pengusaha grain miller yang berlokasi di Dusun Prenggan, Sidomulyo, Bambanglipuro. Pengusaha grain miller membeli kacang dan mengupasnya untuk dijual kembali.
b.  tengkulak
tengkulak dapat dikatakan sebagai pihak yang membeli dan mengumpulkan kacang-kacang dari tingkat petani dalam satu cakupan wilayah yang cukup sempit, bisa dalam satu desa. Dalam kaitannya dengan kacang tanah, petani bisa menjual kacang dengan mendatangi tengkulak di sekitar Kecamatan Bambanglipuro dan terjadi tawar menawar harga. Jika petani memiliki kacang tanah dalam jumlah yang besar, biasanya petani mengantar satu karung sebagai sampelnya. Setelah terjadi kesepakatan harga, kacang tanah kemudian diangkut oleh tengkulak dari petani.
Terkadang, tengkulak langsung mendatangi petani-petani yang telah memasuki masa panen, terutama di rumah-rumah yang sedang menjemur kacang tanah di pekarangan rumah dan terjadi tawar-menawar harga.
Tengkulak menjual ke pedagang besar di pasar sekitar Kecamatan Bambanglipuro yang saat itu sedang pasaran. Beberapa pasar tujuan petani adalah Pasar Turi (Kec. Bambanglipuro), Pasar Celep (Kec. Sanden), Pasar Gumulan (Kec. Pandak), Pasar Pundong (Kec. Pundong), dan pasar lainnya.

c.   Usaha Grain Miller (mengupas, mensortir, mengangkut, menjual kacang)
Menurut Andajani (2012), grain miller adalah pedagang atau lembaga pemasaran yang memiliki gudang penyimpan produk pertanian. Mereka membeli aneka produk pertanian utamanya padi dan palawija dan sekaligus menangani pasca panen.
Petani kacang tanah di Kecamatan Bambanglipuro biasanya juga menjual kacang tanah kering maupun basah ke pengusaha kacang tanah yang mempunyai gudang penyimpaman dan sekaligus menangani pasca panen, yaitu di Dusun Prenggan, Sidomulyo, Bambanglipuro. Kacang tanah yang telah didapat dari petani kemudian diolah kembali dalam bentuk kacang tanah kupas dan sekaligus mensortirnya dengan beberapa grade. Kacang tanah yang telah dikupas dijual kembali ke pengusaha pengolahan kacang tanah.
Petani juga sering membeli kacang tanah kering (yang belum dikupas) untuk dijadikan benih. Kacang tanah yang disukai untuk dijadikan benih adalah kacang tanah asal Gunung Kidul.
d.  Usaha pembuatan rempeyek kacang
Salah satu konsumen yang menjadi tujuan pemasaran kacang tanah dari pihak pengusaha kacang tanah (grain miller) adalah pengusaha-pengusaha rempeyek kacang yang berada di Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri.
Usaha pembuatan rempeyek kacang jika dikaitkan dengan lemmbaga pemasaran, dia termasuk dalam processors dan manufaktur, yaitu lembaga-lembaga yang berperan dalam proses tata niaga agroproduk sebab keberadaannya menjadi jaminan pasar bagi produk pertanian dan untuk meningkatkan nilai jual produk. Pengusaha rempeyek kacang tentu memilih kacang yang berkualitas untuk rempeyek yang diproduksinya.
e.   Pedagang Besar di Pasar
Pedagang besar berfungsi sebagai pengumpul komoditas dari tingkat pengepul. Kacang tanah yang didapat kemudian dikirim ke daerah lain. Pedagang besar memiliki jaringan di daerah lain dan telah terjadi kesepakatan tentang harga dengan pedagang besar di daerah lain pula. Dengan adanya harga ini, maka pengecer yang membeli produk dari pedagang besar, menghitung keuntungan yang diperoleh dari harga pedagang besar pula.

f.    Pengecer
Pedagang eceran, disebut juga pengecer, menjual produk komoditas langsung ke konsumen secara sedikit demi sedikit atau satuan. Salah satu pengecer adalah pemilik toko atau warung. Pengecer menjual dalam bentuk kacang tanah kupas maupun kacang tanah kering.
g.  Konsumen

Konsumen merupakan pihak akhir yang memanfaatkan produk. Konsumen dari produk kacang tanah adalah pengusaha pengolahan kacang tanah, rumah tangga untuk konsumsi harian, maupun petani yang mencari kacang tanah untuk digunakan sebagai benih pada musim tanam berikutnya.

FILE IDENTIFIKASILEMBAGA PEMASARAN KOMODITAS KACANG TANAH, BISA DIUNDUH DISINI.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

Penulis

Pemuda Bantul- Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan - Suka Belajar - Pemburu Kuliner - Travel Addict

Follow Us

  • Google Plus
  • Instagram
  • Twitter
  • Facebook

Postingan Populer

  • Identifikasi Saluran dan Rantai Pemasaran dan Studi Kasus Kacang Tanah di Bambanglipuro
    Umumnya  saluran  pemasaran  terdiri  atas sejumlah  lembaga  pemasaran  dan  pelaku  pendukung.    Mereka  secara bersama-sama megirimkan ...
  • Identifikasi Lembaga Pemasaran dan Studi Kasus Kacang Tanah di Bambanglipuro
    Menurut Andajani (2012) dengan dokumen yang bisa diunduh disini , lembaga pemasaran adalah badan usaha atau individu yang menyelenggaraka...
  • Identifikasi Karakteristik Pasar dan Studi Kasus Kacang Tanah di Kecamatan Bambanglipuro
    Menurut Yunanto dengan dokumen yang dapat diunduh di sini , struktur atau karakteristik Pasar memiliki pengertian penggolongan produsen ke...
  • Mengenal Tikus Sawah dan Mengendalikannya
    MENGENAL TIKUS SAWAH 1.    Perkembangbiakan tikus Tikus sawah dalam klasifikasi binatang termasuk dalam kelas Mammalia (binatang me...
  • Aspek Pasar dan Pemasaran, dan Analisis SWOT dalam PROPOSAL USAHA BISNIS EMPING GARUT
    Emping Garut 'GAROOT' Dalam menjalankan sebuah usaha, diperlukan sebuah perencanaan yang matang dan dituangkan dalam bentuk...

Blog Archive

  • ▼  2018 (6)
    • ▼  Agustus (3)
      • ANALISA KEBIJAKAN JOKOWI : "SATU HARGA BBM, SATU I...
      • Mengapa Jokowi Ingin Menerapkan Kebijakan BBM Satu...
      • KONSEP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KOMODITAS PISANG DA...
    • ►  Juli (3)
  • ►  2017 (15)
    • ►  Februari (14)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2014 (2)
    • ►  September (2)

Categories

pemasaran hasil pertanian PWMP konsumen pasar stpp yogyakarta pasar pertanian bambanglipuro bantul harga produk kacang tanah penentuan harga produk analisa usaha emping garut karakteristik pasar lembaga pemasaran pangsa pasar produk tani rantai pemasaran saluran pemasaran segmentasi pasar studi kasus proposal usaha SWOT aspek keuangan fungsi pemasaran manajemen operasional penetapan harga produk persaingan sempurna proposal usaha stpp teknis dan teknologi

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates