Diberdayakan oleh Blogger.
  • Beranda
  • Tentang Saya
  • Kontak
  • Kuliah
  • Jalan Jalan

Pages

Agricultural Extension

Dalam proses  tata niaga produk pertanian dari produsen hingga konsumen akhir,  terjadi  peningkatan  nilai  tambah  baik  berupa  nilai  guna,  tempat maupun  waktu.  Hal  ini  disebabkan  oleh  pelaksanaan  fungsi  produksi sebelum  produk  pertanian  sampai  ke  konsumen (Andajani, 2012) dengan dokumen yang dapat diunduh disini.  Fungsi-fungsi  pemasaran yang  dilakukan  oleh  lembaga-lembaga  pertanian  sebagaimana  telah dijelaskan terdahulu antara lain mencakup fungsi pertukaran, fungsi fisik dan fungsi fasilitasi.
Untuk lebih mengetahui dan memahami tentang ketiga fungsi pemasaran di atas yang terdiri dari fungsi pertukaran, fungsi fisik, dan fungsi fasilitasi, ini saya ambil studi kasus untuk komoditas kacang tanah di tempat tinggal saya di Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, DIY.


Baca juga:
  • IdentifikasiLembaga Pemasaran
  • IdentifikasiKarakteristik Pasar
  • IdentifikasiSaluran dan Rantai Pemasaran



Dalam kegiatan pemasaran kacang tanah di Kecamatan Bambanglipuro, terdapat tiga fungsi pemasaran yang dilakukan yaitu fungsi pertukaran, fungsi fisik dan fungsi fasilitas.
a.      Fungsi pemasaran yang pertama ialah fungsi pertukaran, dimana dalam fungsi ini kegiatan yang dilakukan ialah fungsi penjualan dan fungsi pembelian.
Fungsi penjualannya dalam bentuk petani menjual kacang tanah ke konsumen, tengkulak, dan grain miller. Selanjutnya tengkulak menjual kacang tanah yang sudah di beli dari petani ke pedagang besar  eceran. Selanjutnya  pembelian, dimana fungsi pembelian yang dilakukan ialah tengkulak membeli kacang tanah dari petani dengan mendatangi rumah petani langsung, grain miller dan pedagang besar membeli dari pengumpul dan seterusnya. Kedua fungsi ini tujuannya sama yaitu pertukaran, dimana petani ataupun penjual mendapatkan uang dari pedagang ataupun pembeli dan pedagang mendapatkan kacang tanah dari petani ataupun penjual.
b.      Fungsi pemasaran yang ke dua adalah fungsi fisik, terdapat tiga kegiatan pada fungsi fisik yaitu pengangkutan atau bongkar muat, penyimpanan dan pengolahan.
Kegiatan pengangkutan ini dilakukan oleh semua lembaga baik itu tengkulak, grainmiller, industri pengolahan kacang tanah maupun pedagang besar. Tengkulak melakukan pengangkutan dari petani dan juga menjual kacang tanah ke pedagang besar  dan grainmiller. Sedangakn pada pedagang besar maupun grainmiller, pengangkutan yang dilakukan ialah menjual barang ke eceran maupun industri pengolahan kacang tanah.
Selanjutnya kegiatan penyimpanan, dimana hanya dilakukan oleh tengkulak, dimana tengkulak mengumpulkan kacang tanah terlebih dahulu sebelum dijualnya ke pedagang besar maupun grainmiller. Lama penyimpanan dilakukan hingga kacang tanah terkumpul cukup banyak dan dijual ke pedagang besar maupun grainmiller.
Kegiatan selanjutnya ialah pengolahan , dimana dalam hal ini hanya dilakukan oleh grain miller. Pengolahan yang dilakukan ialah mengupas kacang tanah menggunakan penggiling yang bertenaga dinamo motor listrik.Selain itu,kegiatan pengolahan dilakukan industri pengolahan kacang tanah berupa pembuatan/ produksi rempeyek kacang .
c.      Fungsi pemasaran yang ke tiga ialah fungsi fasilitas, dimana dalam fungsi ini terdapat sortasi, transportasi, penyusutan, pengemasan dan retribusi.
Pada hal sortasi hanya dilakukan oleh pedagang besar maupun grainmiller dalam hal ini tujuanya untuk membersihkan kacang tanah yang sudah dikupas dengan membuang kacang yang busuk dan sisa kulit kacang dari proses penggilingan.
Pada fungsi transportasi dilakukan oleh semua lembaga pemasaran, dimana dalam hal ini untuk melakukan proses jual beli baik atar pedagang maupun ke konsumen langsung atau untuk mendukung fungsi pertukaran.
Pada hal penyusutan, ini ditanggung oleh semua lembaga pemasaran dimana tengkulak mengalaminya sebagai akibat dari kacang tanah yang dikumpulkan selama kurang lebih 1 minggu sebelum dijual.

Sedangkan yang terahir ialah pengemasan dan biaya retribusi dimana dalam hal ini hanya dikeluarkan oleh pedagang pengecer, pedagang besar. Pengemasan dibutuhkan untuk penjualan kacang kupas secara eceran di pasar sedangkan retribusi harus dikeluarkan oleh setiap pedagang, baik itu pedagang eceran maupun pedagang besar yang berjualan di pasar. 

FILE IDENTIFIKASI FUNGSI PEMASARAN KOMODITAS KACANG TANAH, BISA DIUNDUH DISINI. 
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Menurut Andajani (2012) dengan dokumen yang bisa diunduh disini, lembaga pemasaran adalah badan usaha atau individu yang menyelenggarakan aktivitas pemasaran, menyalurkan jasa dan    produk pertanian kepada konsumen akhir serta memiliki jejaring dan koneksitas dengan badan usaha dan atau individu lainnya. Lembaga pemasaran muncul sebagai akibat kebutuhan konsumen untuk memperoleh produk yang diinginkan sesuai waktu, tempat dan bentuknya. 
Berdasarkan  penguasaannya  terhadap  komoditi  yang  diperjualbelikan lembaga pemasaran dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu: lembaga  pemasaran  yang  bukan  pemilik  namun  mempunyai  kuasa atas produk (agent middleman), lembaga pemasaran  yang memiliki dan menguasai produk pertanian yang diperjualbelikan, dan Lembaga pemasaran yang tidak memiliki dan tidak menguasai produk pertanian yang ditransaksikan, yaitu processors dan manufaktur.
Dalam mata kuliah Pemasaran Hasil Pertanian, mahasiswa diberi tugas untuk mengidentifikasi lembaga pemasaran dan memilih salah satu komoditas pertanian di daerah asal masing-masing. Berhubung saya adalah anak Bantul aseli, ya saya memilih untuk komoditas kacang tanah yang emang sebagian besar petani membudidayakannya pada MT II , terutama di Kecamatan Bambanglipuro.

BACA JUGA:
a. IDENTIFIKASI FUNGSI PEMASARAN
b. IDENTIFIKASI SALURAN DAN RANTAI PEMASARAN
c. IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK PASAR

   Lembaga-lembaga pemasaran, saluran dan rantai pemasaran, fungsi pemasaran, serta karakteristik pasar untuk komoditas kacang tanah di Kec. Bambanglipuro, Bantul dijelaskan dalam uraian di bawah ini:
1.   Lembaga Pemasaran
Lembaga-lembaga pemasaran untuk komoditas kacang tanah di Kec. Bambanglipuro, Bantul adalah sebagai berikut:
a.   Petani (produsen)
Petani merupakan pihak yang memproduksi kacang tanah atau membudidayakan kacang tanah. Sebagian besar petani menjual hasil panen kacang tanah yang telah dipanen dengan dikeringkan terlebih dahulu sebelum dijual ke tengkulak, tetapi jika curah hujan tinggi, petani langsung menjual dalam bentuk basah. Beberapa cara menjual kacang tanah antara lain:
a.   tengkulak di sekitar Kecamatan Bambanglipuro berkunjung ke rumah petani untuk menawar kacang tanah
b.   petani menjual kacang tanah ke petani lain untuk musim tanam berikutnya sebagai benih
c.   petani menjual ke pengusaha grain miller yang berlokasi di Dusun Prenggan, Sidomulyo, Bambanglipuro. Pengusaha grain miller membeli kacang dan mengupasnya untuk dijual kembali.
b.  tengkulak
tengkulak dapat dikatakan sebagai pihak yang membeli dan mengumpulkan kacang-kacang dari tingkat petani dalam satu cakupan wilayah yang cukup sempit, bisa dalam satu desa. Dalam kaitannya dengan kacang tanah, petani bisa menjual kacang dengan mendatangi tengkulak di sekitar Kecamatan Bambanglipuro dan terjadi tawar menawar harga. Jika petani memiliki kacang tanah dalam jumlah yang besar, biasanya petani mengantar satu karung sebagai sampelnya. Setelah terjadi kesepakatan harga, kacang tanah kemudian diangkut oleh tengkulak dari petani.
Terkadang, tengkulak langsung mendatangi petani-petani yang telah memasuki masa panen, terutama di rumah-rumah yang sedang menjemur kacang tanah di pekarangan rumah dan terjadi tawar-menawar harga.
Tengkulak menjual ke pedagang besar di pasar sekitar Kecamatan Bambanglipuro yang saat itu sedang pasaran. Beberapa pasar tujuan petani adalah Pasar Turi (Kec. Bambanglipuro), Pasar Celep (Kec. Sanden), Pasar Gumulan (Kec. Pandak), Pasar Pundong (Kec. Pundong), dan pasar lainnya.

c.   Usaha Grain Miller (mengupas, mensortir, mengangkut, menjual kacang)
Menurut Andajani (2012), grain miller adalah pedagang atau lembaga pemasaran yang memiliki gudang penyimpan produk pertanian. Mereka membeli aneka produk pertanian utamanya padi dan palawija dan sekaligus menangani pasca panen.
Petani kacang tanah di Kecamatan Bambanglipuro biasanya juga menjual kacang tanah kering maupun basah ke pengusaha kacang tanah yang mempunyai gudang penyimpaman dan sekaligus menangani pasca panen, yaitu di Dusun Prenggan, Sidomulyo, Bambanglipuro. Kacang tanah yang telah didapat dari petani kemudian diolah kembali dalam bentuk kacang tanah kupas dan sekaligus mensortirnya dengan beberapa grade. Kacang tanah yang telah dikupas dijual kembali ke pengusaha pengolahan kacang tanah.
Petani juga sering membeli kacang tanah kering (yang belum dikupas) untuk dijadikan benih. Kacang tanah yang disukai untuk dijadikan benih adalah kacang tanah asal Gunung Kidul.
d.  Usaha pembuatan rempeyek kacang
Salah satu konsumen yang menjadi tujuan pemasaran kacang tanah dari pihak pengusaha kacang tanah (grain miller) adalah pengusaha-pengusaha rempeyek kacang yang berada di Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri.
Usaha pembuatan rempeyek kacang jika dikaitkan dengan lemmbaga pemasaran, dia termasuk dalam processors dan manufaktur, yaitu lembaga-lembaga yang berperan dalam proses tata niaga agroproduk sebab keberadaannya menjadi jaminan pasar bagi produk pertanian dan untuk meningkatkan nilai jual produk. Pengusaha rempeyek kacang tentu memilih kacang yang berkualitas untuk rempeyek yang diproduksinya.
e.   Pedagang Besar di Pasar
Pedagang besar berfungsi sebagai pengumpul komoditas dari tingkat pengepul. Kacang tanah yang didapat kemudian dikirim ke daerah lain. Pedagang besar memiliki jaringan di daerah lain dan telah terjadi kesepakatan tentang harga dengan pedagang besar di daerah lain pula. Dengan adanya harga ini, maka pengecer yang membeli produk dari pedagang besar, menghitung keuntungan yang diperoleh dari harga pedagang besar pula.

f.    Pengecer
Pedagang eceran, disebut juga pengecer, menjual produk komoditas langsung ke konsumen secara sedikit demi sedikit atau satuan. Salah satu pengecer adalah pemilik toko atau warung. Pengecer menjual dalam bentuk kacang tanah kupas maupun kacang tanah kering.
g.  Konsumen

Konsumen merupakan pihak akhir yang memanfaatkan produk. Konsumen dari produk kacang tanah adalah pengusaha pengolahan kacang tanah, rumah tangga untuk konsumsi harian, maupun petani yang mencari kacang tanah untuk digunakan sebagai benih pada musim tanam berikutnya.

FILE IDENTIFIKASILEMBAGA PEMASARAN KOMODITAS KACANG TANAH, BISA DIUNDUH DISINI.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Penentuan harga jual, terutama untuk harga produk hasil pertanian merupakan unsur penting dalam pengambilan suatu keputusan untuk pertumbuhan usaha yang dilakukan. Kesalahan penentuan harga akan berakibat buruk terhadap usaha yang sedang dibangun, harga yang terlalu tinggi menyebabkan masyarakat enggan membeli dan harga yang terlalu rendah malah menyebabkan konsumen juga enggan membeli karena harga murah dikaitkan dengan kualitas yang belum tentu bagus. Tentu saja, konsumen sasaran menjadi pertimbangan dalam menentukan harga jual atau membuat segmentasi pasar.

DEFINISI HARGA
Horngren,  et  al.  (2008) dalam Gayatri (2013) yang dokumennya dapatdiunduh di sini mengungkapkan  bahwa  biaya  didefinisikan  sebagai  suatu  sumber  daya  yang dikorbankan (sacrified) atau dilepaskan (forgone) untuk mencapai tujuan tertentu. Suatu biaya biasanya diukur dalam unit uang yang harus dikeluarkan dalam rangka mendapatkan barang atau  jasa. Biaya yang dibebankan pada  produk membantu  keputusan  penetapan  harga  dan  untuk menganalisis  bagaimana  tingkat  profitabilitas produk yang berbeda. Pengertian lain menyatakan bahwa biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis  yang diukur dalam satuan uang, yang  telah  terjadi, sedang  terjadi atau yang kemungkinan akan  terjadi untuk  tujuan tertentu.
Definisi tersebut menunjukan bahwa harga yang dibayar oleh pembeli itu sudah termasuk pelayanan yang diberikan oleh penjual karena di dalam produk itu sendiri sudah termasuk pelayanan. Dari sisi penjual, penjual berharap dapat memperoleh sejumlah keuntungan dari harga tersebut. Dalam praktik, harga tidak selaku dinyatakan secara jelas dengan istilah harga karena adanya perbedaan lembaga yang melakukan pemasaran, perbedaan produknya, perbedaan pelanggan, dan perbedaan proses penyampaian produknya (Dharmmesta) dengan dokumen yang dapat diunduh disini.
A.     TUJUAN PENENTUAN HARGA JUAL
Tujuan penentuan harga jual ada bermacam-macam. Tujuan penentuan harga jual yang dilakukan perusahaan terhadap produk yang dihasilkan adalah sebagai berikut (Kotler, 1996:356) dalam Magdalena (2010) yang dapat diunduhdisini:
1.  Kelangsungan hidup perusahaan.
Perusahaan menetapkan tujuan ini apabila menghadapi kelebihan kapasitas produksi, persaingan yang ketat atau perubahan selera konsumen. Dalam hal ini, bertahan hidup lebih utama daripada menghasilkan keuntungan. Demi kelangsungan hidup perusahaan, disusun strategi dengan menetapkan harga jual yang rendah dengan asumsi pasar akan peka terhadap harga.
2.  Peningkatan arus keuntungan.
Perusahaan dapat memaksimalkan laba jangka pendek apabila perusahaan lebih mementingkan prestasi keuangan jangka pendeknya dibandingkan jangka panjang. Perusahaan mempunyai keuntungan untuk menetapkan harga yang dapat memaksimalkan laba jangka pendek dengan anggapan bahwa terdapat hubungan antara permintaan dan biaya dengan tingkatan harga yang akan menghasilkan laba maksimum yang ingin dicapai.
3.  Kepemimpinan kualitas produk.
Dalam hal ini, perusahaan menetapkan harga yang tinggi supaya kualitas produksi tetap terjamin. Ada kemungkinan perusahaan mempunyai keinginan untuk memasarkan produk dengan kualitas tinggi atau ingin menjadi pemimpin dalam kualitas produk di pasarnya. Pada umumnya perusahaansemacam ini menetapkan harga yang tinggi dengan tujuan agar dapat menutup tingginya biaya dalam menghasilkan mutu produk yang tinggi.
4.  Meningkatkan penjualan.
Peningkatan penjualan akan mempengaruhi penerimaan perusahaan, jumlah produksi dan laba perusahaan. Perusahaan selalu menginginkan jumlah penjualan yang tinggi untuk menunjang kelangsungan hidupnya. Peningkatan penjualan dapat dilakukan melalui bauran pemasaran yang agresif. Pengembangan produk dengan memperbarui atau menawarkan produk-produk baru dapat meningkatkan penjualan. Pada satu sisi, perusahaan dapat meningkatkan volume penjualan dengan tetap mempertahankan tingkat labanya. Sedangkan di sisi lain, manajemen dapat memutuskan untuk meningkatkan volume penjualan melalui strategi pemotongan harga atau penetapan harga yang agresif dengan menanggung resiko. 
5.  Mempertahankan dan meningkatkan bagian pasar.
Salah satu strategi yang dapat ditempuh perusahaan adalah mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasar. Banyak perusahaan menetapkan harga yang rendah untuk mempertahankan dan memperbesar pangsa pasar.
6.  Menstabilkan harga.
Perusahaan berupaya menstabilkan harga dengan tujuan untuk menghindari adanya perang harga pada waku permintaan meningkat atau menurun (tidak stabil).
Ada tiga metode-metode penetapan harga yang dimaksud, yaitu: 
1.   Penetapan harga yang berorientasi pada biaya;
Ada beberapa macam metode penetapan harga yang berorientasi pada biaya, seperti:
a.   Metode penetapan harga mark-up atau cost-plus;
b.   Metode penetapan harga rate-of-return atau target return;
c.   Metode penetapan harga break-even;
d.   Penetapan harga biaya variabel.
2.   Penetapan harga yang berorientasi pada persaingan;
Penetapan harga yang berorientasi pada persaingan semacam itu dianggap umum dalam industri dimana terdapat kesulitan dalam menentukan biaya per unit secara akurat.
3.   Penetapan harga yang berorientasi pada permintaan atau pelanggan.
Ada beberapa tujuan penetapan harga yang dapat dipilih oleh pemasar, yaitu memaksimalkan laba, memaksimalkan pendapatan, dan memaksimalkan volume unit.


SELENGKAPNYA TENTANG METODE PENENTUAN HARGA JUAL DAPAT MENGUNDUH FILEPDF DISINI.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Dalam memasarkan produk yang telah diproduksi, pasar adalah hal penting yang harus diperhatikan. Produsen perlu menyasar pasar yang spesifik dengan “mengemas” produknya sesuai dengan pasar yang dituju, atau segmentasi pasar. Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi pasar menjadi kelompok pembeli yang terbedakan dengan kebutuhan, karakteristik, atau tingkah laku berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran terpisah. (Jurini, 2003) dengan artikel yang dapat diunduh disini.. Oleh karena itu, produsen harus memperhatikan segmentasi pasar terhadap produk yang akan dijual atau dipasarkan.

Pada mata kuliah Pemasaran Hasil Pertanian, mahasiswa diberi tugas untuk membuat segmentasi pasar untuk produk yang telah dibuat oleh mahasiswa STPP Magelang Jurluhtan Yogyakarta kelompok PWMP. Mungkin gaes sekalian masih asing dengan PWMP. Dikutip dari pedoman PWMP yang dapat dilihat disini, PWMP adalah singkatan dari Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian yang merupakan upaya penumbuhan dan peningkatan minat, keterampilan, dan jiwa kewirausahaan generasi muda di bidang pertanian. Biar mahasiswa besok pada waktu lulus kuliah D4, biar jadi agripreneur kece gitu dengan mengembangkan start up usahanya.

Kelompok PWMP yang saya bantu buatkan untuk segmentasi pasar adalah kelompok PWMP “Pumkins house” yang bergerak pada bidang pengolahan makanan yaitu dengan membuat inovasi olahan makanan yang sumber bahan bakunya berasl dari labu/ waluh. Salah satu produk yang telah diproduksi adalah onde-onde waluh. Dan saya membuat segmentasi pasar untuk salah satu produknya, yaitu onde-onde waluh.

Terdapat beberapa variabel utama yang   sering  digunakan untuk  menentukan  segmentasi pasar, yakni  variabel geografik, domografik, psikografik, dan tingkah laku tertentu.

1. Segmentasi Geografik
Onde-onde merupakan makanan yang tidak bertahan lama, sehingga pemasaran dilakukan di Kota Jogja dan sekitarnya (Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul). Sasaran utama pemasaran onde-onde waluh adalah toko-toko jajanan pasar, toko oleh-oleh yang menjual jajanan pasar, dan catering yang menyajikan snack rapat untuk acara kantor atau acara lainnya.

Diketahui bahwa penduduk Kota Jogja dan wilayah Kabupaten Bantul dan Sleman yang berbatasan dengan Kota Jogja merupakan penduduk yang modern yang menginginkan hal yang instan dan praktis. Pada saat masyarakat Jogja dan sekitarnya mengadakan acara syukuran, rapat, dan pertemuan, mencari snack untuk dibagikan ke tamu menjadi hal yang diperhatikan. Snack yang bersih, citarasa yang lezat adalah suatu kebutuhan kaum urban. Masyarakat modern lebih suka mencari snack di tepat-tempat yang praktis dan mereka dengan mudah mencari berbagai jenis snack yang ingin mereka cari walau harga lebih mahal. Tempat yang menjadi rujukan mereka adalah toko-toko jajanan pasar, toko oleh-oleh yang menjual jajanan pasar, dan catering yang menyajikan snack. Dengan tampilan kemasan yang menarik dan dengan bahan yang berkualitas, onde-onde waluh bekerja sama dengan toko jajanan pasar untuk mensupply kebutuhan snack.

2. Segmentasi Demografik

Untuk pemasaran onde-onde waluh ini, memang ditujukan untuk adalah toko-toko jajanan pasar, toko oleh-oleh yang menjual jajanan pasar, dan catering yang menyajikan snack. Tetapi penentuan toko jajanan pasar juga berdasarkan atas segmentasi demografi konsumen akhir yang akan dituju, segmentasi pasar konsumen akhir untuk produk onde-onde waluh adalah untuk kalangan menengah keatas dan pekerja. Sehingga, mahasiswa bisa memilih toko penjual jajanan pasar yang dijadikan rujukan masyarakat perkotaan untuk mencari snack.

3. Segmentasi Psikografi

Produk onde-onde waluh ini akan menyasar ke golongan menengah dengan gaya hidup yang modern, yang mempunyai waktu luang yang sedikit, sehingga membutuhkan sesuatu yang praktis dan tidak ingin repot, tetapi tetap memperhatikan kualitas produk makanan yang ia ingin beli.

4. Segmentasi Tingkah Laku

Beberapa hal yang diperhatikan adalah sebagai berikut:

a. Kesempatan
Dalam hal kesempatan, masyarakat akan mencari snack ketika untuk hidangan rapat, pertemuan, syukuran, dan lain-lain dan kegiatan tersebut ada sepanjang tahun. Masyarakat perkotaan yang sibuk yang sedang mengadakan acara syukuran, rapat, pertemuan pasti menginginkan cara praktis untuk mendapatkan kudapan untuk disajikan. Mereka akan mencari di toko yang mereka percaya/ langganan untuk membeli snack.

b. Manfaat yang dicari
Yang pelanggan/ konsumen cari adalah kudapan/ snack jajanan pasar yang bersih, dikemas dengan rapi, rasa yang enak, dan dari bahan yang bermutu dengan harga yang pantas (untuk kalangan menengah, harga jangan terlalu rendah). Masyarakat perkotaan lebih mementingkan kualitas produk yang dijual walaupun harga agak mahal karena konsumen memperhatikan bahwa makanan yang disajikan adalah untuk tamu yang kelasnya juga menengah (memperhatikan kualitas juga)

c. Status Pengguna 
Dalam hal status pengguna, sasarannya adalah memfokuskan pada pada cara menarik konsumen yang telah reguler membeli jajanan pasar tertentu agar tertarik untuk membeli onde-onde waluh dan mulai meninggalkan jajanan yang mereka sering beli.

d. Tingkat Pemakaian
Kebutuhan snack untuk rapat dan pertemuan kantor/ perusahaan merupakan pembeli tersering dibandingkan dengan kebutuhan orang untuk mengadakan syukuran atau acara pengajian.

e. Status Loyalitas
Orang/ masyarakat yang membeli snak untuk rapat termasuk dalam kelompok agak loyal (mereka loyal pada dua merek atau lebih dari suatu  produk, atau menyukai satu merek tetapi kadang-kadang membeli merek yang lain). Masyarakat tidak akan rutin membeli onde-onde waluh, tetapi diharapkan dengan pemasaran yang baik, maka mereka sering melakukan pembelian kembali.

SELENGKAPNYA TENTANG SEGMENTASI PASAR ONDE-ONDE, DAN BAURAN PEMASARAN YANG DILAKUKAN, BISA DOWNLOAD BERKASNYA DI SINI.


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

Penulis

Pemuda Bantul- Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan - Suka Belajar - Pemburu Kuliner - Travel Addict

Follow Us

  • Google Plus
  • Instagram
  • Twitter
  • Facebook

Postingan Populer

  • Identifikasi Saluran dan Rantai Pemasaran dan Studi Kasus Kacang Tanah di Bambanglipuro
    Umumnya  saluran  pemasaran  terdiri  atas sejumlah  lembaga  pemasaran  dan  pelaku  pendukung.    Mereka  secara bersama-sama megirimkan ...
  • Identifikasi Lembaga Pemasaran dan Studi Kasus Kacang Tanah di Bambanglipuro
    Menurut Andajani (2012) dengan dokumen yang bisa diunduh disini , lembaga pemasaran adalah badan usaha atau individu yang menyelenggaraka...
  • Identifikasi Karakteristik Pasar dan Studi Kasus Kacang Tanah di Kecamatan Bambanglipuro
    Menurut Yunanto dengan dokumen yang dapat diunduh di sini , struktur atau karakteristik Pasar memiliki pengertian penggolongan produsen ke...
  • Mengenal Tikus Sawah dan Mengendalikannya
    MENGENAL TIKUS SAWAH 1.    Perkembangbiakan tikus Tikus sawah dalam klasifikasi binatang termasuk dalam kelas Mammalia (binatang me...
  • Aspek Pasar dan Pemasaran, dan Analisis SWOT dalam PROPOSAL USAHA BISNIS EMPING GARUT
    Emping Garut 'GAROOT' Dalam menjalankan sebuah usaha, diperlukan sebuah perencanaan yang matang dan dituangkan dalam bentuk...

Blog Archive

  • ▼  2018 (6)
    • ▼  Agustus (3)
      • ANALISA KEBIJAKAN JOKOWI : "SATU HARGA BBM, SATU I...
      • Mengapa Jokowi Ingin Menerapkan Kebijakan BBM Satu...
      • KONSEP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KOMODITAS PISANG DA...
    • ►  Juli (3)
  • ►  2017 (15)
    • ►  Februari (14)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2014 (2)
    • ►  September (2)

Categories

pemasaran hasil pertanian PWMP konsumen pasar stpp yogyakarta pasar pertanian bambanglipuro bantul harga produk kacang tanah penentuan harga produk analisa usaha emping garut karakteristik pasar lembaga pemasaran pangsa pasar produk tani rantai pemasaran saluran pemasaran segmentasi pasar studi kasus proposal usaha SWOT aspek keuangan fungsi pemasaran manajemen operasional penetapan harga produk persaingan sempurna proposal usaha stpp teknis dan teknologi

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates