Diberdayakan oleh Blogger.
  • Beranda
  • Tentang Saya
  • Kontak
  • Kuliah
  • Jalan Jalan

Pages

Agricultural Extension

Umumnya  saluran  pemasaran  terdiri  atas sejumlah  lembaga  pemasaran  dan  pelaku  pendukung.    Mereka  secara bersama-sama megirimkan dan memindahkan hak kepemilikan atas produk dari  tempat  produksi  hingga  ke  penjual  terakhir  (Musselman  dan  Jackson, 1992) dalam Andajani (2012).  C.  Glenn  Walters  dalam   Bayuswastha  (1982)  dalam Andajani (2012)  yang dapat diunduh disini, mendefinisikan saluaran pemasaran  sebagai  sekelompok  pedagang  dan  agen  perusahaan yang  mengkombinasikan  antara  pemindahan  fisik  dan  nama  dari  suatu produk untuk menciptakan kegunaan bagi pasar tertentu.
Berbagai macam saluran pemasaran yang mungkin terjadi bisa dijadikan satu dan menjadi  rantai pemasaran. Menurut Agustian dan Setiajie(2008) yang dapat diunduh disini, rantai pemasaran yang cukup panjang dapat menyebabkan tidak efisiennya sistem pemasaran. Oleh karena itu, terjadinya peningkatan produksi komoditas pertanian bila tidak diiringi dengan perbaikan dalam hal pemasarannya, maka sub sistem pemasaran selamanya dihadapkan dalam ketidakefisienan dan sering kali pihak petani sebagai produsen komoditas memperoleh bagian harga yang kurang memadai bagi peningkatan usahataninya.

BACA JUGA:
a. IDENTIFIKASI LEMBAGA PEMASARAN
b. IDENTIFIKASI FUNGSI PEMASARAN
c. IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK PASAR
Studi kasus yang akan diangkat dalam pembahasan tentang saluran dan rantai pemasaran adalah untuk komoditas kacang tanah di Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul dengan penjelasan dibawah ini:
Saluran pemasaran kacang tanah adalah sebagai berikut:
a.   Petani àkonsumen
b.   Petaniàtengkulakàgrainmilleràindustri pengolahan kacang tanahàkonsumen
c.   Petaniàtengkulakàgrainmiller àkonsumen
d.Petaniàtengkulakàpedagang besaràgrainmilleràindustri pengolahan kacang tanahàkonsumen
e.   Petaniàtengkulakà pedagang besaràeceran àkonsumen
f.    Petaniàtengkulakà eceran àkonsumen
g.   Petanià grainmilleràindustri pengolahan kacang tanahàkonsumen
h.   Petanià grainmiller àkonsumen
Rantai pemasarannya adalah sebagai berikut:


 Dalam bagan alur rantai pemasaran komoditas kacang tanah di Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, terlihat bahwa terdapat saluran-saluran yang pendek maupun panjang dari produsen/ petani sampai ke tangan konsumen. Terlihat bahwa saluran yang terpanjang adalah Petaniàtengkulakàpedagang besaràgrainmilleràindustri pengolahan kacang tanahàkonsumen, sedangkan yang terpendek adalah petaniàkonsumen.

Walaupun terlihat panjang, tetapi komoditas kacang tanah “menghidupi” banyak pelaku ekonomi, mulai dari petani, tengkulak, grainmiller, hingga industri pengolahan kacang tanah dan saluran ini berperan dalam upaya peningkatan nilai jual komoditas kacang tanah dengan kegiatan penggilingan melalui grainmiller dan kegiatan pengolahan hasil berupa pembuatan peyek kacang dan olahan lainnnya.

FILE IDENTIFIKASI SALURAN DAN RANTAI PEMASARAN KOMODITAS KACANG TANAH, BISA DIUNDUHDISINI
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Menurut Andajani (2012) dengan dokumen yang bisa diunduh disini, lembaga pemasaran adalah badan usaha atau individu yang menyelenggarakan aktivitas pemasaran, menyalurkan jasa dan    produk pertanian kepada konsumen akhir serta memiliki jejaring dan koneksitas dengan badan usaha dan atau individu lainnya. Lembaga pemasaran muncul sebagai akibat kebutuhan konsumen untuk memperoleh produk yang diinginkan sesuai waktu, tempat dan bentuknya. 
Berdasarkan  penguasaannya  terhadap  komoditi  yang  diperjualbelikan lembaga pemasaran dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu: lembaga  pemasaran  yang  bukan  pemilik  namun  mempunyai  kuasa atas produk (agent middleman), lembaga pemasaran  yang memiliki dan menguasai produk pertanian yang diperjualbelikan, dan Lembaga pemasaran yang tidak memiliki dan tidak menguasai produk pertanian yang ditransaksikan, yaitu processors dan manufaktur.
Dalam mata kuliah Pemasaran Hasil Pertanian, mahasiswa diberi tugas untuk mengidentifikasi lembaga pemasaran dan memilih salah satu komoditas pertanian di daerah asal masing-masing. Berhubung saya adalah anak Bantul aseli, ya saya memilih untuk komoditas kacang tanah yang emang sebagian besar petani membudidayakannya pada MT II , terutama di Kecamatan Bambanglipuro.

BACA JUGA:
a. IDENTIFIKASI FUNGSI PEMASARAN
b. IDENTIFIKASI SALURAN DAN RANTAI PEMASARAN
c. IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK PASAR

   Lembaga-lembaga pemasaran, saluran dan rantai pemasaran, fungsi pemasaran, serta karakteristik pasar untuk komoditas kacang tanah di Kec. Bambanglipuro, Bantul dijelaskan dalam uraian di bawah ini:
1.   Lembaga Pemasaran
Lembaga-lembaga pemasaran untuk komoditas kacang tanah di Kec. Bambanglipuro, Bantul adalah sebagai berikut:
a.   Petani (produsen)
Petani merupakan pihak yang memproduksi kacang tanah atau membudidayakan kacang tanah. Sebagian besar petani menjual hasil panen kacang tanah yang telah dipanen dengan dikeringkan terlebih dahulu sebelum dijual ke tengkulak, tetapi jika curah hujan tinggi, petani langsung menjual dalam bentuk basah. Beberapa cara menjual kacang tanah antara lain:
a.   tengkulak di sekitar Kecamatan Bambanglipuro berkunjung ke rumah petani untuk menawar kacang tanah
b.   petani menjual kacang tanah ke petani lain untuk musim tanam berikutnya sebagai benih
c.   petani menjual ke pengusaha grain miller yang berlokasi di Dusun Prenggan, Sidomulyo, Bambanglipuro. Pengusaha grain miller membeli kacang dan mengupasnya untuk dijual kembali.
b.  tengkulak
tengkulak dapat dikatakan sebagai pihak yang membeli dan mengumpulkan kacang-kacang dari tingkat petani dalam satu cakupan wilayah yang cukup sempit, bisa dalam satu desa. Dalam kaitannya dengan kacang tanah, petani bisa menjual kacang dengan mendatangi tengkulak di sekitar Kecamatan Bambanglipuro dan terjadi tawar menawar harga. Jika petani memiliki kacang tanah dalam jumlah yang besar, biasanya petani mengantar satu karung sebagai sampelnya. Setelah terjadi kesepakatan harga, kacang tanah kemudian diangkut oleh tengkulak dari petani.
Terkadang, tengkulak langsung mendatangi petani-petani yang telah memasuki masa panen, terutama di rumah-rumah yang sedang menjemur kacang tanah di pekarangan rumah dan terjadi tawar-menawar harga.
Tengkulak menjual ke pedagang besar di pasar sekitar Kecamatan Bambanglipuro yang saat itu sedang pasaran. Beberapa pasar tujuan petani adalah Pasar Turi (Kec. Bambanglipuro), Pasar Celep (Kec. Sanden), Pasar Gumulan (Kec. Pandak), Pasar Pundong (Kec. Pundong), dan pasar lainnya.

c.   Usaha Grain Miller (mengupas, mensortir, mengangkut, menjual kacang)
Menurut Andajani (2012), grain miller adalah pedagang atau lembaga pemasaran yang memiliki gudang penyimpan produk pertanian. Mereka membeli aneka produk pertanian utamanya padi dan palawija dan sekaligus menangani pasca panen.
Petani kacang tanah di Kecamatan Bambanglipuro biasanya juga menjual kacang tanah kering maupun basah ke pengusaha kacang tanah yang mempunyai gudang penyimpaman dan sekaligus menangani pasca panen, yaitu di Dusun Prenggan, Sidomulyo, Bambanglipuro. Kacang tanah yang telah didapat dari petani kemudian diolah kembali dalam bentuk kacang tanah kupas dan sekaligus mensortirnya dengan beberapa grade. Kacang tanah yang telah dikupas dijual kembali ke pengusaha pengolahan kacang tanah.
Petani juga sering membeli kacang tanah kering (yang belum dikupas) untuk dijadikan benih. Kacang tanah yang disukai untuk dijadikan benih adalah kacang tanah asal Gunung Kidul.
d.  Usaha pembuatan rempeyek kacang
Salah satu konsumen yang menjadi tujuan pemasaran kacang tanah dari pihak pengusaha kacang tanah (grain miller) adalah pengusaha-pengusaha rempeyek kacang yang berada di Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri.
Usaha pembuatan rempeyek kacang jika dikaitkan dengan lemmbaga pemasaran, dia termasuk dalam processors dan manufaktur, yaitu lembaga-lembaga yang berperan dalam proses tata niaga agroproduk sebab keberadaannya menjadi jaminan pasar bagi produk pertanian dan untuk meningkatkan nilai jual produk. Pengusaha rempeyek kacang tentu memilih kacang yang berkualitas untuk rempeyek yang diproduksinya.
e.   Pedagang Besar di Pasar
Pedagang besar berfungsi sebagai pengumpul komoditas dari tingkat pengepul. Kacang tanah yang didapat kemudian dikirim ke daerah lain. Pedagang besar memiliki jaringan di daerah lain dan telah terjadi kesepakatan tentang harga dengan pedagang besar di daerah lain pula. Dengan adanya harga ini, maka pengecer yang membeli produk dari pedagang besar, menghitung keuntungan yang diperoleh dari harga pedagang besar pula.

f.    Pengecer
Pedagang eceran, disebut juga pengecer, menjual produk komoditas langsung ke konsumen secara sedikit demi sedikit atau satuan. Salah satu pengecer adalah pemilik toko atau warung. Pengecer menjual dalam bentuk kacang tanah kupas maupun kacang tanah kering.
g.  Konsumen

Konsumen merupakan pihak akhir yang memanfaatkan produk. Konsumen dari produk kacang tanah adalah pengusaha pengolahan kacang tanah, rumah tangga untuk konsumsi harian, maupun petani yang mencari kacang tanah untuk digunakan sebagai benih pada musim tanam berikutnya.

FILE IDENTIFIKASILEMBAGA PEMASARAN KOMODITAS KACANG TANAH, BISA DIUNDUH DISINI.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Penentuan harga jual, terutama untuk harga produk hasil pertanian merupakan unsur penting dalam pengambilan suatu keputusan untuk pertumbuhan usaha yang dilakukan. Kesalahan penentuan harga akan berakibat buruk terhadap usaha yang sedang dibangun, harga yang terlalu tinggi menyebabkan masyarakat enggan membeli dan harga yang terlalu rendah malah menyebabkan konsumen juga enggan membeli karena harga murah dikaitkan dengan kualitas yang belum tentu bagus. Tentu saja, konsumen sasaran menjadi pertimbangan dalam menentukan harga jual atau membuat segmentasi pasar.

DEFINISI HARGA
Horngren,  et  al.  (2008) dalam Gayatri (2013) yang dokumennya dapatdiunduh di sini mengungkapkan  bahwa  biaya  didefinisikan  sebagai  suatu  sumber  daya  yang dikorbankan (sacrified) atau dilepaskan (forgone) untuk mencapai tujuan tertentu. Suatu biaya biasanya diukur dalam unit uang yang harus dikeluarkan dalam rangka mendapatkan barang atau  jasa. Biaya yang dibebankan pada  produk membantu  keputusan  penetapan  harga  dan  untuk menganalisis  bagaimana  tingkat  profitabilitas produk yang berbeda. Pengertian lain menyatakan bahwa biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis  yang diukur dalam satuan uang, yang  telah  terjadi, sedang  terjadi atau yang kemungkinan akan  terjadi untuk  tujuan tertentu.
Definisi tersebut menunjukan bahwa harga yang dibayar oleh pembeli itu sudah termasuk pelayanan yang diberikan oleh penjual karena di dalam produk itu sendiri sudah termasuk pelayanan. Dari sisi penjual, penjual berharap dapat memperoleh sejumlah keuntungan dari harga tersebut. Dalam praktik, harga tidak selaku dinyatakan secara jelas dengan istilah harga karena adanya perbedaan lembaga yang melakukan pemasaran, perbedaan produknya, perbedaan pelanggan, dan perbedaan proses penyampaian produknya (Dharmmesta) dengan dokumen yang dapat diunduh disini.
A.     TUJUAN PENENTUAN HARGA JUAL
Tujuan penentuan harga jual ada bermacam-macam. Tujuan penentuan harga jual yang dilakukan perusahaan terhadap produk yang dihasilkan adalah sebagai berikut (Kotler, 1996:356) dalam Magdalena (2010) yang dapat diunduhdisini:
1.  Kelangsungan hidup perusahaan.
Perusahaan menetapkan tujuan ini apabila menghadapi kelebihan kapasitas produksi, persaingan yang ketat atau perubahan selera konsumen. Dalam hal ini, bertahan hidup lebih utama daripada menghasilkan keuntungan. Demi kelangsungan hidup perusahaan, disusun strategi dengan menetapkan harga jual yang rendah dengan asumsi pasar akan peka terhadap harga.
2.  Peningkatan arus keuntungan.
Perusahaan dapat memaksimalkan laba jangka pendek apabila perusahaan lebih mementingkan prestasi keuangan jangka pendeknya dibandingkan jangka panjang. Perusahaan mempunyai keuntungan untuk menetapkan harga yang dapat memaksimalkan laba jangka pendek dengan anggapan bahwa terdapat hubungan antara permintaan dan biaya dengan tingkatan harga yang akan menghasilkan laba maksimum yang ingin dicapai.
3.  Kepemimpinan kualitas produk.
Dalam hal ini, perusahaan menetapkan harga yang tinggi supaya kualitas produksi tetap terjamin. Ada kemungkinan perusahaan mempunyai keinginan untuk memasarkan produk dengan kualitas tinggi atau ingin menjadi pemimpin dalam kualitas produk di pasarnya. Pada umumnya perusahaansemacam ini menetapkan harga yang tinggi dengan tujuan agar dapat menutup tingginya biaya dalam menghasilkan mutu produk yang tinggi.
4.  Meningkatkan penjualan.
Peningkatan penjualan akan mempengaruhi penerimaan perusahaan, jumlah produksi dan laba perusahaan. Perusahaan selalu menginginkan jumlah penjualan yang tinggi untuk menunjang kelangsungan hidupnya. Peningkatan penjualan dapat dilakukan melalui bauran pemasaran yang agresif. Pengembangan produk dengan memperbarui atau menawarkan produk-produk baru dapat meningkatkan penjualan. Pada satu sisi, perusahaan dapat meningkatkan volume penjualan dengan tetap mempertahankan tingkat labanya. Sedangkan di sisi lain, manajemen dapat memutuskan untuk meningkatkan volume penjualan melalui strategi pemotongan harga atau penetapan harga yang agresif dengan menanggung resiko. 
5.  Mempertahankan dan meningkatkan bagian pasar.
Salah satu strategi yang dapat ditempuh perusahaan adalah mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasar. Banyak perusahaan menetapkan harga yang rendah untuk mempertahankan dan memperbesar pangsa pasar.
6.  Menstabilkan harga.
Perusahaan berupaya menstabilkan harga dengan tujuan untuk menghindari adanya perang harga pada waku permintaan meningkat atau menurun (tidak stabil).
Ada tiga metode-metode penetapan harga yang dimaksud, yaitu: 
1.   Penetapan harga yang berorientasi pada biaya;
Ada beberapa macam metode penetapan harga yang berorientasi pada biaya, seperti:
a.   Metode penetapan harga mark-up atau cost-plus;
b.   Metode penetapan harga rate-of-return atau target return;
c.   Metode penetapan harga break-even;
d.   Penetapan harga biaya variabel.
2.   Penetapan harga yang berorientasi pada persaingan;
Penetapan harga yang berorientasi pada persaingan semacam itu dianggap umum dalam industri dimana terdapat kesulitan dalam menentukan biaya per unit secara akurat.
3.   Penetapan harga yang berorientasi pada permintaan atau pelanggan.
Ada beberapa tujuan penetapan harga yang dapat dipilih oleh pemasar, yaitu memaksimalkan laba, memaksimalkan pendapatan, dan memaksimalkan volume unit.


SELENGKAPNYA TENTANG METODE PENENTUAN HARGA JUAL DAPAT MENGUNDUH FILEPDF DISINI.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

Penulis

Pemuda Bantul- Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan - Suka Belajar - Pemburu Kuliner - Travel Addict

Follow Us

  • Google Plus
  • Instagram
  • Twitter
  • Facebook

Postingan Populer

  • Identifikasi Saluran dan Rantai Pemasaran dan Studi Kasus Kacang Tanah di Bambanglipuro
    Umumnya  saluran  pemasaran  terdiri  atas sejumlah  lembaga  pemasaran  dan  pelaku  pendukung.    Mereka  secara bersama-sama megirimkan ...
  • Identifikasi Lembaga Pemasaran dan Studi Kasus Kacang Tanah di Bambanglipuro
    Menurut Andajani (2012) dengan dokumen yang bisa diunduh disini , lembaga pemasaran adalah badan usaha atau individu yang menyelenggaraka...
  • Identifikasi Karakteristik Pasar dan Studi Kasus Kacang Tanah di Kecamatan Bambanglipuro
    Menurut Yunanto dengan dokumen yang dapat diunduh di sini , struktur atau karakteristik Pasar memiliki pengertian penggolongan produsen ke...
  • Mengenal Tikus Sawah dan Mengendalikannya
    MENGENAL TIKUS SAWAH 1.    Perkembangbiakan tikus Tikus sawah dalam klasifikasi binatang termasuk dalam kelas Mammalia (binatang me...
  • Aspek Pasar dan Pemasaran, dan Analisis SWOT dalam PROPOSAL USAHA BISNIS EMPING GARUT
    Emping Garut 'GAROOT' Dalam menjalankan sebuah usaha, diperlukan sebuah perencanaan yang matang dan dituangkan dalam bentuk...

Blog Archive

  • ▼  2018 (6)
    • ▼  Agustus (3)
      • ANALISA KEBIJAKAN JOKOWI : "SATU HARGA BBM, SATU I...
      • Mengapa Jokowi Ingin Menerapkan Kebijakan BBM Satu...
      • KONSEP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KOMODITAS PISANG DA...
    • ►  Juli (3)
  • ►  2017 (15)
    • ►  Februari (14)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2014 (2)
    • ►  September (2)

Categories

pemasaran hasil pertanian PWMP konsumen pasar stpp yogyakarta pasar pertanian bambanglipuro bantul harga produk kacang tanah penentuan harga produk analisa usaha emping garut karakteristik pasar lembaga pemasaran pangsa pasar produk tani rantai pemasaran saluran pemasaran segmentasi pasar studi kasus proposal usaha SWOT aspek keuangan fungsi pemasaran manajemen operasional penetapan harga produk persaingan sempurna proposal usaha stpp teknis dan teknologi

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates